Iklan

Marquez : ” Saya nggak pernah berfikir – Oke Kedua saja Sudah Cukup “

marc-marquez

Sobat RingPiston, menarik sekali mambaca tulisan The Guardian yang sempat mewawancara Marc Marquez di sela sela recovery pasca cidera retak lengan kirinnya . . .  Marc Ditanya soal dirinya dan Valentino Rossi yang sekarang ini 30 point di atas Marc Marquez . . . Marc langsung menjawab bahwa secara mental Ia dan Valentino Rossi punya kesamaan dan ketika kita melihat Marc dan Vale dog fight siapapun akan menyukainnya  . . . Secara basis Marc Kembali mengakui bahwa vale adalah Pahlawan masa kecilnnya, ia banyak mengoleksi miniatur motor motor vale. Marc menambahkan ia membuat Vale sebagai Reverensi . . . Mulai dari Riding stylenya, cara Vale turun dari motor dan lain lain

“When I was a small boy I had many Valentino Rossi motorbike models,” Márquez says. “I was a big fan. I like the way he rides the bike, the way he is off the bike too. Valentino was my reference, my hero and it is now a pleasure to fight with him.” “Valentino and me have a similar mentality. When you have a fight you enjoy the race. One of the most beautiful things on the bike is the overtaking and we both like that – and winning. That’s why this season is very interesting because Valentino [on a Yamaha] is at a good level and I will come back strong [on his previously dominant Repsol Honda]. The Ducatis are also there.”

Menanggapi Clash yang terjadi antara dirinnya dengan Valentino Rossi saat Race di Argentina terlihat memang Marc Sangat memaksakan diri . . . banyak orang mengatakan , kenapa marc nggak stay di zona aman saja dengan finish ke dua . . . tho lumayan cuma beda 5 point, lagi pula Dovi jauh di belakang  . . Marc Marquez mengatakan sudah memang mentalitas dirinnya yang selalu ingin menang . . . ” Saya nggak pernah berfikir ” Oke Kedua saja Sudah Cukup ”

RingPiston

 

Iklan

Tag:, , ,

15 responses to “Marquez : ” Saya nggak pernah berfikir – Oke Kedua saja Sudah Cukup “”

  1. vikers1933 says :

    Marc tipe Petarung sejati seperti yg dikatakan Rossi .. All Or Nothing at all…bukan Rider yg nyari aman kaya tetangga sebelah jahahhahah

    Suka

  2. orong-orong says :

    harus nomer satu

    Suka

  3. adit says :

    dikasih akal harusnya buat mikir.knp g dipake???

    Suka

    • malesin says :

      Ini antara gak baca atau gagal paham sama inti cerita. Bukannya Marc gak mikir, tapi dia bilang tak terlintas dipikirannya kalo nomor dua/podium dua itu cukup. Ngerti? Bukannya doi ngaku gak punya pemikiran, kalo gitu mah gak race dia, di RSJ aje.

      Suka

    • ga baca says :

      dikasih mata bukannya buat baca kenapa ga dipake???

      Suka

  4. bukan fans boy bayaran says :

    “Juara itu nomer satu”. Bukan nomer 2. Mungkin itu yg ada dipikirannya.

    Suka

  5. bdt says :

    pada saat memungkinkan yach spt itu, fight

    pada ssat tdk memungkinkan kaya di qatar, yach tdk memaksa dia, karena hampir celaka

    Suka

  6. subaru says :

    ah dulu pas mau ngejer jurdun pertama kan rela aja tuh disalip pedrosa…. (belajar ga terpaku pencitraan hehehe)

    Suka

    • bdt says :

      waktu itu khan yg jadi rider 1 dan cari jurdu khan pedro,

      jadi dia mesti ngalah

      Suka

      • subaru says :

        bukan, waktu race final yang lorenzo di depan trus mendikte yang dibelakang biar lebih lambat dan ngarep marquez kena masalah, marquez malah ngasi jalan ke pedrosa lewat dan akhirnya lorenzo ngacir karena pedrosa ngancem posisinya…kalo ga salah race setelah phillip island…. itu strateginya dia sih biar jurdun..tapi kok sedikit bertolak belakang sama commentnya sekarang ya yang bilang kedua tidak cukup hehehe…

        Suka

  7. goozir says :

    yang retang lengan kiri apa kelingking kiri si?
    bocoran Spek Xiaomi Mi 5 broo http://www.infotek.goozir.com/2015/04/bocoran-upgrade-spek-xiaomi-mi-5.html

    Suka

  8. 0yoo says :

    giliran geser ke sirkuit eropa, persaingan keduanya pst seru banget..pantau dovi ne racer konsisten dominasi podium

    Suka

  9. lisyanto says :

    #diamahgituorangnya

    Suka

  10. Saheng says :

    Pasti dia mikir. Tapi kondisinya sepersekian detik harus segera diputuskan. Itu pilihannya mau no. 1. Hak dia kan? Tapi kalau mikirnya lama, pasti sama dengan aku, yaltu mending ga ikutan MotoGP. Mending diam aja di rumah. Makan indomi rebus, kerupuk, dan minum es dawet. Daripada ikutan, udah jatuh, tangan sakit, diomongin ga mikir lg oleh yang mikir dan yang ga mikir. Hua ha ha.

    Suka

  11. jono says :

    Pikirannya lebih ke antara “Udah belasan lap memimpin kok tiba-tiba ada Rossi yang awalnya jauh dibelakang, dan juga bentar lagi kan finish” apa nggak kaget, jadi ya udah panas yang ada, langsung kejar, kita fight.
    Tapi malah ndlosor yang didapet.
    “Main aman bukan style saya”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: