Iklan

Ditest AduDrag Oleh Oto Plus . . . Honda CBR150R Lokal Ungguli Yamaha R15

CBR150-R15-drag-otoplusSobat RingPiston, baca dari blognya mas gesang saat ditest adu drag berulang ulang di trek sepanjang kurang lebih 1,5 km sebanyak 10 kali di komplek jalan suramadu oleh tabloid OtoPlus akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa Honda CBR150R Lokal Ungguli Yamaha R15

Data data yang diperoleh oleh Otoplus dalam pengetesannya adalah :

  • Topspeed di 1,5 km CBR150R Lokal : 146 km/jam
  • Topspeed di 1,5 km  R15 Lokal : 140 km/jam

dalam penjelasannya, mas gesang sempat menuliskan berdasarkan apa yang ia baca di otoplus bahwa Di beberapa merter awal R15 kadang bisa menyamai CBR150R dan bahkan beberapa kali dalam pengetesannya kadang bisa mengungguli CBR150, namun ketika sudah lebih dari 100 meter maka barulah CBR150R bisa meninggalkan R15 . . . hmmm analisa saya ini adalah soal torsi di rpm awal R15 yang memang tinggi, namun DOHC seperti biasa memiliki nafas yang panjang sehingga memang logis kiranya dapat mengail topspeed yang lebih tinggi . . . hmmm beda beda ya hasil pengukuran media mainstream? ya sudah gpp deh yang penting rukun 😀

RingPiston

Iklan

Tag:, , , , , ,

26 responses to “Ditest AduDrag Oleh Oto Plus . . . Honda CBR150R Lokal Ungguli Yamaha R15”

  1. yudi says :

    apik wak…

    Suka

  2. doni says :

    memang jos cbr….

    Suka

  3. potretbikers says :

    Siapkan APAR…hehehe 😉

    Suka

  4. mbah uip says :

    Jika masih ragu Serahkan saja pada Kars TV… 🙂

    Suka

  5. clark kent says :

    Apapun hasilnya, mau yg menang R15 atau CBR, saya masi tetap suka R15. Salam damai, bikers…

    Suka

    • overlap says :

      Kl saya pilih CBR karena lebih sesuai dgn yg saya harapkan atau butuhkan dari sebuah motor. Kl masalah kecepatan hanya beda tipis nggak ngaruh di jalan raya. Salam damai juga bung Clark

      Suka

  6. dynasty says :

    sing penting rukun..guyub lan gemuyu… nyampe omah slamet ketemu anak bojo…

    Suka

  7. s_o says :

    beli wak

    Suka

  8. dody says :

    selain dohc nya, overbore juga ngaruh.

    Suka

  9. sugiyantokenz says :

    siji Ae! Otoplus sloganya 😀

    Suka

  10. mansarpost says :

    ojo kebut2an hanya untuk membuktikan yo brosist,, keep safety riding…
    http://mansarpost.wordpress.com/2014/10/17/r15-vs-cbr150-r15-bisa-menang-jika/

    Suka

  11. biker pct says :

    dikendarai penak endi yo

    Suka

  12. terjadi galat says :

    Ga percaya sama model tes media gituan. Tunggu aja motor yg dibeli blogger papan atas biasanya emang bagus beneran.

    Suka

  13. abadi83 says :

    Otoplus penengah motorplus dan otomotif

    Ehmm klo nggak salah Otoplus masih satu group khan dgn otomotif dan motorplus CMIIW

    Suka

  14. Andre says :

    Bagus ne para bloger dn majalah otomotif buat kya’ gni,,, spa tw pabrikkan yamaha terpancing buat sport full fairing 150 dg msin DOHC ,,,,

    Suka

  15. wiwied pandora says :

    Wkwkwkk rame bingit komentarnya. Keduanya memakai bbm pertamax + dgn volume sama 5 liter u/ pengetesan di Suramadu malah waktu dyno keduanya cuman pake bbm premium. Tekanan angin ban keduanya di cek rata.

    R15 sesaat sebelum dyno malah abis tune up dalam kondisi prima. Perbedaan jelas tampak di grafik dyno dimana karakter R15 peak power di rpm tgh. Sdh betul YIMM melimit rpm di 10.500. Dibikin hingga 12.000 rpm seperti CBR 150 grafik malah drop. Ntar malah bbm jd mengucur deras tp peroleh tenaga mulai menurun. Percuma. Kalo melihat dari gigi rasio 6 R15 lokal lebih ringan drpd R15 gen india. Malah lebih ringan dari gigi 5 V-ixion.

    Unit CBR sendiri bukan khusus utk unit tes. Tapi diambil random dari gudang. Joki pengetesan adalah mantan rider profesional. Itu pun di swap untuk mengecilkan faktor rider. Begitu jg tes berulang x untk meminimalkan pengaruh terpaan angin disalah satu sisi jalan.

    Mesin dyno yang di pakai keluaran Sport Device milik Yamaha Banyuwangi Motor. Kalibrasi roller, kelembaban dan suhu sudah dilakukan. Keduanya diuji bersamaan. Pengambilan data berulang kali run hingga puluhan. Dari mesin dingin, suhu ideal hingga panas. Data tsb adalah yang sering muncul bukan yang tertinggi utk hindari spike. So, dari awal motor sudah disiksa geber belasan rpm. Rata” sejam utk 1 motor.

    Tes lsg di sirkuit malah parameternya lebih banyak. Dari sisi skill rider, bobot, kelincahan, sumbu roda, gigi rasio, ban dan masih banyak lagi. Tidak melulu dari power dan torsi mesin yang jadi andalan.

    Keseluruhan tes baik on the road maupun on dyno tujuannya untuk memberikan gambaran pada pembaca secara gamblang. Apa adanya fakta. Tidak ada unsur advertorial. Kita lebih independen. So, silahkan sikapi dengan bijak. Salam siji ae ^_^

    Suka

  16. zizi says :

    18,2Dk on roda gimana ceritanya…..
    Mantep banget tuh lebih gede dari on crack

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: